Film Korea “Kingmaker” yang dirilis pada Januari 2022, pas sebagian minggu sebelum penentuan presiden di Korea Selatan, merupakan film keempat karya penulis sutradara Byun Sunghyun, yang menampilkan paduan drama karakter dan elemen politik. Ceritanya berkisah mengenai Seo Changdae (diperankan oleh Lee Sunkyun), seorang apoteker yang melarikan diri dari Korea Utara, yang bersua bersama dengan Kim Woonbum (diperankan oleh Sol Kyunggu), seorang politisi yang sudah kalah didalam empat penentuan didalam tujuh tahun.
Selain menawarkan adegan-adegan mendebarkan khas film zombie, Kingmaker termasuk menampilkan intrik politik yang rumit. Putra Mahkota Lee Chang mesti berjuang melawan musuh dari dalam istana yang mengfungsikan keadaan kacau untuk merebut kekuasaan. Drama ini sukses mengkombinasikan ketegangan politik dengan elemen supernatural secara memikat.
Meskipun dihadapkan bersama dengan cap komunis dari Partai Republik yang berkuasa, keduanya memastikan untuk bersatu demi membantu bangsa mereka. Seo Changdae, yang mendapat julukan “Si Bayangan” gara-gara siasatnya, membantu Kim Woonbun naik ke tangga politik sampai mencalonkan diri sebagai presiden.
Pertarungan penentuan melawan presiden dari Partai Republik jadi inti film, yang mengeksplorasi pertanyaan moral seputar cara capai obyek politik. Byun Sunghyun, yang pada mulanya menggarap beraneka slotgacor genre film, sukses menghadirkan drama politik/sejarah yang kuat.
Dengan pemberian sinematografer Jo Hyungrae, film ini mengkombinasikan footage berita hitam-putih bersama dengan adegan berwarna, walau terkadang terganggu oleh pemakaian zoom-in yang berlebihan. Pentingnya film ini jadi diperkuat oleh fakta bahwa cerita ini berdasarkan momen kehidupan nyata, yang menjembatani kesenjangan dan mendapat apresiasi tidak hanya di Korea Selatan namun terhitung di luar negeri, layaknya yang ditunjukkan oleh penghargaan di Festival Film Timur Jauh di Udine, Italia.
Film “Kingmaker” menceritakan kisah idealisme yang hancur bersama dengan nuansa berbeda, bukan mengenai belajar tipu muslihat politik, namun lebih mengenai konsekuensi setelahnya. Meskipun fokusnya pada tema politik dan sejarah, film ini menekankan jalinan pada dua pemeran utama, yang diperankan oleh aktor veteran Sol Kyunggu dan Lee Sunkyun.
Namun, kekurangannya terdapat pada kurangnya representasi wanita didalam cerita, yang menempatkan mereka di latar belakang sebagai pendukung.Meskipun demikian, film ini selamanya memukau berkat kelas berat para pemainnya dan penanganan cerita yang matang.
Meski demikian, film “Kingmaker” menjanjikan eksplorasi lebih lanjut mengenai kontroversi peristiwa dan isu filosofis. Proyek berikutnya, “Kill Boksoon,” yang dapat didistribusikan oleh Netflix, sanggup jadi peluang untuk memberikan representasi yang lebih seimbang. Semoga Byun Sunghyun terus memberikan karya-karya memiliki kualitas di masa mendatang!